# SOP budidaya jamur tiram
Proses pembuatan media tanam
Pengayakan
Pengayakan dilakukan dengan menggunakan ayakan untuk menyaring serbuk kayu gergaji yang besar sehingga didapatkan serbuk kayu gergaji yang halus dan seragam. Tujuannya untuk mendapatkan kepadatan tertentu tanpa ada kerusakan plastik dan mendapatkan tingkat pertumbuhan misella yang merata
1. Serbuk kayu gergaji dipilih/berasal dari pohon kayu berdaun lebar yang tidak bergetah (contoh: abasia, akasia, aliandra).
2. Serbuk kayu gergaji bebas dari minyak tanah, solar (dari mesin gergaji).
Alat dan Fungsi
1. Serbuk kayu gergaji sebagai media tanam
2. Ayakan kawat untuk mengayak serbuk kayu gergaji
Pencampuran
Pencampuran serbuk kayu gergaji dengan dedak, kapur dan gips sesuai takarannya untuk mendapatkan komposisi media yang merata. Tujuannya menyediakan sumber hara/nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan jamur tiram sampai siap dipanen.
Diusahakan agar tidak terdapat gumpalan dalam proses pencampuran.
Alat, Bahan, dan Fungsi
1. Serbuk gergaji 100 kg sebagai media tanam.
2. Kapur (3 kg) dan gips (1 kg) untuk mengatur pH 6-7 media tanam sehingga memperlancar proses pertumbuhan jamur. Selain itu kapur dan gips untuk menguatkan kepadatan media tanam.
3. Dedak 12 kg sebagai sumber makanan tambahan bagi pertumbuhan jamur.
4. Ember berdiameter 30 cm sebagai ukuran dan alat mengangkut air.
5. Air untuk mengatur kelembaban serbuk kayu gergaji sebagai media tanam.
6. Garpu untuk mengaduk pada proses pencampuran bahan-bahan.
7. Timbangan untuk menimbang semua bahan-bahan yang akan dipergunakan.
Timbang semua bahan-bahan yang akan dicampur sesuai kebutuhan.
2. Pilih campuran bahan campuran yang mudah di dapat (contoh: dedak, kapur, dan gips), campurkan dengan 100 kg serbuk gergaji.
3. Aduk semua bahan sampai merata dan tidak menggumpal.
4. Tambahkan air sehingga diperoleh kadar air 60-65%, dapat ditandai dengan campuran serbuk bila dikepal hanya mengeluarkan satu tetes air dan bila kepal dibuka gumpalan serbuk kayu tidak serta merta pecah.
Menyediakan media tanam yang tercampur merata sehingga miselia dapat tumbuh
Pemeraman
Kegiatan membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupnya secara rapat dengan menggunakan plastik selama 1 malam. Tujuannya menguraikan senyawa-senyawa kompleks dengan bantuan mikroba agar diperoleh senyawa- senyawa yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dicerna oleh jamur dan memungkinkan pertumbuhan jamur yang lebih baik.
1. Proses pemeraman mengalami kenaikan suhu menjadi 50°C.
2. Kadar air 60-65%, atau bisa dikepal menjadi gumpalan yang tidak serta merta mudah hancur,
3. pH media 6-7.
Alat, Bahan dan Fungsi
1. Plastik terpal untuk menutup timbunan media tanam serbuk gergaji.
Prosedur Pelaksanaan
1. Campuran serbuk gergaji yang telah merata dibumbun di lantai.
2. Ditutup secara rapat selama satu malam.
pengisian media ke baglog
Kegiatan memasukan campuran media ke dalam plastik polipropilen (PP) dengan kepadatan tertentu agar miselia jamur dapat tumbuh maksimal dan menghasilkan panen yang optimal. Tujuannya menyediakan media tanam bagi bibit jamur.
Informasi Pokok
Media yang dimasukkan ke dalam plastik berupa serbuk kayu agar saat dipadatkan dapat kompak dan menyerupai tekstur kayu (log).
Alat dan fungsi
1. Kantung plastik 18 x 30 cm sebagai tempat media tanam.
2. Cincin paralon untuk tempat penutup.
3. Botol untuk memadatkan serbuk gergaji.
4. Kapas untuk tutup cincin
5. Karet gelang untuk mengikat mulut bag log
Prosedur Pelaksanaan
1. Bentuk dasar kantong plastik hingga menyerupai bulatan, dengan cara. memasukkan kedua ujung dasar plastik ke arah dalam.
2. Campuran serbuk gergaji yang telah dikomposkan dimasukkan ke dalam kantung plastik.
3. Padatkan campuran dengan menggunakan botol.
4. Ujung plastik disatukan dan dipasang cincin dari potongan paralon pada bagian leher plastik sehingga bungkusan akan menyerupai botol.
Sterilisasi
Sterilisasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk menonaktifkan mikroba, baik bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Tujuannya mendapatkan serbuk kayu yang steril bebas dari mikroba dan jamur lain.
Informasi Pokok
Sterilisasi dilakukan pada suhu 70°C selama 12 jam, sedangkan sterilisasi menggunakan autoclave membutuhkan waktu selama 4 jam, pada suhu 121°C, dengan tekanan 1 atm.
Alat dan fungsi
1. Drum minyak atau chamber sterilizer untuk mengukus (mensteriikan) media tanam.
2. Sarangan sebagai pembatas antara air dan tempat media.
3. Autoclave adalah alat untuk sterilisasi bag log
4. Steam boiler adalah alat untuk menghasilkan uap panas
Prosedur Pelaksanaan
1. Isi drum dengan air.
2. Masukkan bag log ke dalam drum lalu nyalakan drum minyak.
3. Kukus selama 8 jam, dan usahakan mempertahankan suhu 120°C.
Pendinginan
Proses pendinginan merupakan upaya menurunkan suhu media tanam setelah disterilkan agar bibit yang akan dimasukan ke dalam bag log tidak mati.
Informasi Pokok
1. Pendinginan dilakukan 8-12 jam sebelum inokulasi.
2. Temperatur yang diinginkan adalah 30-35°C.
Alat dan Fungsi
1. Ruangan untuk mendinginkan
Prosedur Pelaksanaan
1. Keluarkan bag log dari drum yang sudah disterilisasikan.
2. Diamkan di dalam ruangan sebelum dilakukan pemberian bibit.
3. Pendinginan dilakukan hingga temperatur mencapai 30-35°C.
Inokulasi Bibit (Penanaman)
Kegiatan proses pemindahan sejumlah kecil miselia jamur dari biakan induk ke dalam media tanam yang telah disediakan. Tujuannya adalah menumbuhkan meselia jamur pada media tanam hingga menghasilkan jamur siap panen.
1. Media tanam (bag log) harus sudah dingin dan steril serta kubung sudah siap.
2. Bibit yang ditanam harus sehat dan bebas dari mikroba kontaminan.
3. Dilakukan pada ruang yang bersih dan telah disucihamakan
4. Peralatan yang digunakan harus steril.
5. Dilakukan oleh petugas yang terjaga kebersihannya
6. Pelaksanaan inokulasi harus cepat agar tidak terkontaminasi.
Alat, Bahan dan Fungsi
1. Bibit jamur tiram (F2) dikembangkan dalam media tanam.
2. Media tanam (bag log) digunakan sebagai tempat tumbuh.
3. Alkohol 70% sebagai pensucihama.
4. Lampu spirtus sebagai sumber api.
5. Larutan formalin untuk mensucihamakan ruangan.
6. Spatula untuk memasukkan bibit.
7. Kapas untuk penutup bag log.
Prosedur Pelaksanaan
1. Petugas yang akan menginokulasi bibit harus bersih, mencuci tangan dengan alkohol, dan menggunakan pakaian bersih.
2. Sterilkan spatula menggunakan alkohol 70% dan dibakar.
3. Buka sumbat kapas bag log, buat sedikit lubang pada media tanam dengan menggunakan kayu yang steril yang diruncingkan.
4. Ambil sedikit bibit jamur tiram (miselia) kurang lebih 1 (satu) sendok the dan letakkan ke dalam lubang bag log setelah itu sedikit ditekan.
5. Selanjutnya media yang telah diisi bibit ditutup dengan kapas kembali.
Inkubasi
Proses pemeraman atau menempatkan media tanam yang telah diinokulasi pada kondisi ruang tertentu agar miselia jamur tumbuh. Tujuan adalah mendapatkan pertumbuhan miselia serempak.
1. Suhu pertumbuhan miselia jamur antara 28-30°C.
2. Kelembaban 50-60%.
3. Inkubasi dilakukan hingga seluruh permukaan media tumbuh dalam bag log berwarna putih merata, setelah 20-30 hari.
4. Apabila setelah 1 minggu tidak terdapat pertumbuhan miselia jamur, atau kemungkinan besar jamur tersebut tidak tumbuh lebih baik dimusnahkan.
Alat, Bahan, dan Fungsi
1. Bag log yang sudah diinokulasi sebagai bahan tanaman yang akan ditumbuhkan.
2. Kubung yang telah disucihamakan dengan menggunakan formalin 2% sebagai ruangan untuk menyimpan bag log untuk ditumbuhkan miselianya.
Prosedur Pelaksanaan
1. Letakkan baglog pada rak-rak dalam kubung disusun secara melintang\ sepanjang 12-14 baglog, ditumpuk 2-4 baglog keatas dan selang-seling.
2. Tutup kubung serapat mungkin sehingga cahaya matahari minimal, kendalikan suhu ruang kubung mencapai 28-30°C.
3. Pertahankan kondisi itu selama 30 hari, sampai pertumbuhan miselia. merambat memenuhi kantong media tumbuh (baglog).
Produksi
4. Setiap hari kondisi lingkungan ruang kubung harus dipelihara sesuai ketentuan dan bila ada perubahan agar dilakukan usaha untuk menstabilkan, agar suhu 22-26°C, kelembaban RH ruang kubung 90-99%, cahaya minimal, 500 lux, sirkulasi udara diatur untuk menetralkan kelebihan CO, dalam ruang kubung
5. Empat sampai tujuh hari setelah tutup baglog dibuka akan muncul primordia jamur.
6. Primordia atau gerombolan jamur (pinhead) yang tidak berkembang sebaiknya segera dibuang yaitu dengan mencabut dan biarkan gerombolan jamur sehat untuk terus tumbuh menjadi badan buah jamur yang akan dipanen.
Penyiraman
Kegiatan penyemprotan atau pengkabutan dengan menggunakan air bersih yang ditujukan pada ruang kubung dan media tumbuh jamur. Tujuannya untuk menjaga kelembaban kubung.
Penyiraman dilakukan bila:
1. Media tanam/bag log bila diraba terasa kering.
2. Kelembaban udara dalam kubung rendah.
3. Penyiraman dilakukan dengan cara pengkabutan atau disemprot dengan butiran air lembut.
Alat, Bahan dan Fungsi
1. Air bersih (pergunakan air sumur) sebagai bahan untuk menyemprot media tanam dalam kubung.
2. Sprayer kapasitas 12 liter sebagai alat untuk menyemprotkan air ke media tanam dan kubung.
3. Thermometer untuk mengetahui/mengukur suhu ruangan kubung.
4 Hygrometer untuk mengetahui/mengukur kelembaban udara kubung.
A. Penyiraman mulai dilakukan sejak tutup baglog dibuka.
b. Arahkan penyemprotan keseluruh penjuru ruang kubung sehingga baglog secara tidak langsung menjadi basah.
c. Siram pula lantai hingga basah.
d. Waktu penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi hari setelah panen dan siang atau sore hari.
e. Penyiraman dilakukan pula bila alat pengukur hygrometer menunjukkan angka di bawah ketentuan.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Kegiatan yang dilakukan untuk mengkondisikan media tumbuh dan tubuh buah yang bebas dari organisme pengganggu dengan tujuan untuk menghindari kegagalan panen yang diakibatkan oleh serangan hama, penyakit, dan cendawan pengganggu.
1. Umumnya hama dan penyakit utama pada jamur tiram adalah tikus dan jamur Neurospora sp. (cendawan oncom), Trichoderma sp (cendawan hiajau) dan Aspergillus, sp (cendawan jelaga).
2. Dalam pengendalian hama dan penyakit pada jamur tidak dianjurkan menggunakan pestisida tetapi menggunakan perangkap serangga.
3. Usahakan kondisi dalam kubung jamur terjaga sehingga terhindar dari hama dan penyakit.
4. Peralatan yang digunakan harus bersih (gunakan alkohol untuk mencuci tangan sebelum menggunakan alat maupun sebelum memanen).
Alat, Bahan, dan Fungsi
Seng atau bahan lain sebagai pelindung bangunan dari hama.
Prosedur Kerja
1. Hama yang sering menyerang jamur tiram adalah tikus. Dapat dikendalikan dengan menggunakan seng sebagai pembatas bangunan kubung agar tikus tidak naik ke atas atau lem tikus.
2. Pada malam hari sering dilakukan pengecekan kubung untuk mengusir tikus
3. Pencegahannya dilakukan dengan mengontrol kubung secara rutin setiap hari, cendawan yang tumbuh segera dimusnahkan bag lognya.
Pengaturan Suhu Ruangan
Kegiatan membuka atau menutup pintu dan jendela (ventilasi) kubung dan untuk mengatur suhu dan kelembaban agar sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan. Tujuannya mendapatkan pertumbuhan jamur yang optimal.
Agar pertumbuhan jamur tiram optimal diperlukan suhu ruangan dalam kubung sebesar 28-30°C dan kelembaban sebesar 50-60% pada saat inkubasi, sedangkan suhu pada pembentukan tubuh buah sampai panen berkisar antara 22-28°C dengan kelembaban 90-95%. Apabila kelembabannya kurang, maka substrat tanaman akan mengering.
Alat, Bahan dan Fungsi
1. Termometer sebagai alat pengukur suhu ruangan.
2. Barometer sebagai alat pengukur kelembaban ruangan.
3. Sprayer sebagai alat penyemprot air.
Prosedur Kerja
Pengaturan suhu dan kelembaban tersebut di dalam ruangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan air bersih ke dalam ruangan.
Sasaran
Untuk menciptakan/mempertahankan kondisi lingkungan untuk pertumbuhan jamur tiram yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya.
Pengaturan Suhu Ruangan
Kegiatan membuka atau menutup pintu dan jendela (ventilasi) kubung dan untuk mengatur suhu dan kelembaban agar sesuai dengan kebutuhan yang ditentukan. Tujuannya mendapatkan pertumbuhan jamur yang optimal.
Agar pertumbuhan jamur tiram optimal diperlukan suhu ruangan dalam kubung sebesar 28-30°C dan kelembaban sebesar 50-60% pada saat inkubasi, sedangkan suhu pada pembentukan tubuh buah sampai panen berkisar antara 22-28°C dengan kelembaban 90-95%. Apabila kelembabannya kurang, maka substrat tanaman akan mengering.
Alat, Bahan dan Fungsi
1. Termometer sebagai alat pengukur suhu ruangan.
2. Barometer sebagai alat pengukur kelembaban ruangan.
3. Sprayer sebagai alat penyemprot air.
Prosedur Kerja
Pengaturan suhu dan kelembaban tersebut di dalam ruangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan air bersih ke dalam ruangan.
Sasaran
Untuk menciptakan/mempertahankan kondisi lingkungan untuk pertumbuhan jamur tiram yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya.
Panen
Kegiatan memetik badan buah jamur tiram yang telah cukup umur, yaitu tiga puluh hari sejak inokulasi atau seminggu setelah baglog dibuka atau 2-3 hari setelah munculnya primordia (pin head). Tujuan mendapatkan hasil badan buah jamur tiram yang sesuai dengan ketentuan.
1. Pembentukan badan buah jamur dimulai setelah munculnya primordia dan badan buah jamur tiram siap dipetik pada umur 2-3 hari sebelum tepi tudung badan buah jamur pecah.
2. Ukuran jamur tiram yang disukai konsumen tidak terlalu besar (8-10 cm) sehingga tidak perlu dipotong potong pada saat pengolahannya.
3. Warna tudung putih terang, tidak keriting dan tidak pecah. Usahakan pinggir tudung belum mekar penuh.
Alat, Bahan, dan Fungsi
1. Keranjang untuk menempatkan hasil jamur yang telah dipanen.
2. Pisau untuk membersihkan/memotong pangkal jamur.
3. Alkohol untuk mencuci tangan dan pisau.
Prosedur Kerja
1. Sebelum melakukan pemetikan, cuci tangan dengan menggunakan larutan alkohol 70%
2. Pemetikan dilakukan pada pagi hari sebelum dilakukan penyiraman atau pengkabutan.
3. Pemetikan dilakukan dengan mencabut seluruh badan buah jamur sampai keakar-akarnya. Jangan menyisakan badan buah jamur saat dipanen. karena akan memicu proses pembusukan pada baglog
4. Usahakan tidak merusak jamur di sekitamya yang belum siap panen.
5. Bila memungkinkan sebaiknya pada baglog yang telah dipanen diberi pelindung untuk membantu mencegah dehirasi terhadap miselia yang terluka saat dipanen.
Sasaran
Diperoleh jamur tiram dalam kondisi optimal sesuai permintaan pasar.
Pasca panen
Kegiatan sortasi, penimbangan dan pengemasan jamur tiram hasil panen. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan jamur tiram yang siap dijual ke konsumen.
Alat, Bahan, dan Fungsi
1. Wadah berupa keranjang plastik dan tampah untuk menempatkan hasil jamur yang telah dipanen.
2. Pisau yang tajam untuk membersihkan/memotong pangkal jamur dari sisa media tanam yang terbawa.
3. Timbangan untuk menimbang jamur tiram.
4. Kantung plastik dan label untuk mengemas jamur tiram.
Prosedur Kerja
1. Jamur tiram yang telah dipanen dipindahkan dari keranjang plastik/rinjing ke tampah. Hal ini bertujuan agar jamur mendapatkan aerasi yang baik dan mengurangi kelembaban yang bisa menyebabkan kerusakan jamur.
2. Jamur tiram dibersihkan dari sisa bagian pangk
al jamur atau media tanam yang terbawa dengan menggunakan pisau tajam.
3. Jamur ditimbang dengan bobot sesuai kebutuhan/permintaan pasar (kisaran 1/2-5 kg per kemasan)
4. Jamur tiram dikemas menggunakan kantung plastik, diberi label dan siap dipasarkan

Posting Komentar untuk "# SOP budidaya jamur tiram"